EFEKTIFITAS TEHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN DENGAN DISPEPSIA

Ali Solihin, NIM : P1908033 and Kiki Hardiansyah, Safitri (2021) EFEKTIFITAS TEHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN DENGAN DISPEPSIA. Skripsi thesis, ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA.

[thumbnail of KIA Ners] Text (KIA Ners)
KIAN AKHIR.pdf - Published Version

Download (5MB)

Abstract

Latar belakang : Kasus kegawatdaruratan pada sistem pencernaan bisa disebabkan karena trauma dan
non trauma. Untuk non trauma meliputi ileus obstruktif, apendiks, kolesistitis akut, tukak lambung
dengan karakteristik keluhan utama adalah nyeri akut abdomen dengan label triage kuning yang
memerlukan penanganan segera. Nyeri merupakan bentuk ketidaknyamanan yang dapat dialami oleh
setiap orang. Salah satu penggunaan terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah pemberian
relaksasi nafas dalam. Tujuan: Menganalisis efektifitas relaksasi nafas dalam pada pasien dengan
masalah gangguan pencernaan, maka dilakukan evidende based nursed pemberia relaksasi nafas dalam
dengan masalah nyeri pada pasien dengan gangguan sistem pencernaan diruang IGD RSUD Aji Batara
agung Dewa Sakti Samboja terhadap penurunan nyeri. Metode : Sebuah analisis kasus
kegawatdaruratan sistem pencernaan yang mengalami nyeri di IGD dan menggunakan pengukuran
skala nyeri dengan NRS (numeric rating scale) dan wong becker dengan intervensi relkasasi nafas
dalam selama 15 menit. Hasil : Manajemen asuhan keperawatan kegawatdaruratan sistem pencernaan
didapatkan 10 kasus dengan pengkajian primary survey airways, dan breathing normal, circulation
didapatkan ada peningkatan nadi, pada disability di dapatkan nyeri akut 6-7, pada pengkajian
secondary survey didapatkan rata-rata terjadi mual, muntah. Masalah keperawatan yang muncul adalah
nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan nausea berhubungan dengan iritasi
lambung. Intervensi yang dilakukan adalah pemantauan tanda vital, pemberian relaksasi nafas dalam,
kolaborasi pemberian obat analgetik, dan kolaborasi pemberian antiemetik untuk mualnya. Pada tahap
evaluasi terdapat penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 3 dan mual berkurang, nadi kembali normal
dibawah 100x/menit, 8 pasien dipulangkan karena keluhan nyeri berkurang, dan 2 pasien dirawat
karena nyeri masih dirasakan dan masih merasa mual dan muntah. Kesimpulan : Intervensi
keperawatan relaksasi nafas dalam tidak memberikan efek jangka panjang karena nyeri dapat muncul
kembali dan intervesnsi relaksasi nafas dalam dapat menunjang kolaborasi pemberian obat analgesik
untuk menurunkan nyeri.
Kata kunci : Dispepsia, relaksasi nafas dalam ,nyeri

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Ali Solihin
Uncontrolled Keywords: Dispepsia, relaksasi nafas dalam ,nyeri
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email abdul.kahar@itkeswhs.ac.id
Date Deposited: 27 Sep 2023 06:47
Last Modified: 27 Sep 2023 06:47
URI: http://repository.itkeswhs.ac.id:8085/id/eprint/1086

Actions (login required)

View Item
View Item