FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN IMUNISASI TT DIBPM ANIK SRIWIJAYATI KECAMATANTENGGARONG SEBERANG

Dian Septiana, 12.0607.208.02 (2015) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN IMUNISASI TT DIBPM ANIK SRIWIJAYATI KECAMATANTENGGARONG SEBERANG. Diploma thesis, ITKES WHS.

[thumbnail of KTI BIDAN] Text (KTI BIDAN)
KTI Dian Septiana.pdf - Published Version

Download (4MB)

Abstract

Dian Septiana1), Siti Widiyawati2), Risnawati3)
Di dunia, terdapat 4 juta dari 136 juta bayi dibawah usia 28 hari meninggal
setiap tahunnya. Angka kematian bayi di Indonesia tercatat 34 per 1000 kelahiran
hidup, angka kematian neonatus 19 per kelahiran hidup. Penyebab utama
kematian bayi adalah tetanus (10%), asfiksia (27%), BBLR (29%) dan lain-lain
(34%). Faktor penyebab tetanus pada bayi yaitu pemberian imunisasi Tetanus
Toksoid pada WUS dan ibu hamil tidak dilakukan/tidak lengkap dan tidak sesuai
dengan ketentuan program. Cakupan imunisasi TT di kecamatan Tenggarong
Seberang tahun 2014 belum memenuhi standar yaitu TT1 sebanyak 2,2%, TT2
1,8%, TT3 2,0%, TT4 0,6% dan TT5 0,3%. Tujuan penelitian untuk mengetahui
Faktor yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Melakukan Imunisasi TT di BPM
Anik S Kecamatan Tenggarong Seberang 2014 yaitu faktor Pendidikan,
Dukungan Suami dan Pengetahuan.
Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi pada penelitan ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang
Melakukan Imunisasi TT di BPM Anik Sriwijayati. Sampel yang diambil adalah
sebanyak 50 responden dengan menggunakan metode random sampling.
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisa data yang
digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat berupa uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan tidak berpengaruh
terhadap status imunisasi TT WUS (p value=0,124). Dan variabel dukungan
suami (p value=0,020) dan pengetahuan (p value=0,035) berpengaruh dengan
status imunisasi TT.
Pada penelitian ini WUS dengan pendidikan tinggi memiliki status
imunisasi TT lengkap dibandingkan dengan WUS yang berpendidikan sedang.
Tetapi WUS yang memiliki pendidikan sedang belum tentu memiliki status
imunisasi TT yang buruk pula. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan baik
institusi pendidikan maupun pelayanan meningkatkan kinerja dengan melakukan
penyuluhan promosi kesehatan tentang imunisasi TT, meningkatkan dan
mengaktifkan kinerja posyandu dan meningkatkan peran tenaga kesehatan.
Dengan demikian peneliti mengharapkan derajat kesehatan masyarakat dapat
optimal.
Kata Kunci : Imunisasi TT WUS, Pendidikan, Dukungan Suami, Pengetahuan

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Imunisasi TT WUS, Pendidikan, Dukungan Suami, Pengetahuan
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email abdul.kahar@itkeswhs.ac.id
Date Deposited: 06 Feb 2023 01:06
Last Modified: 06 Feb 2023 01:06
URI: http://repository.itkeswhs.ac.id:8085/id/eprint/160

Actions (login required)

View Item
View Item