DETEKSI DINI DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS PRIMIPARA MENGGUNAKAN SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO SAMARINDA

Aprilia Ariani, NIM : 19041004 and Ridha, Wahyuni and Siti, Widyawati (2021) DETEKSI DINI DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS PRIMIPARA MENGGUNAKAN SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO SAMARINDA. Skripsi thesis, ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA.

[thumbnail of S1 Bidan] Text (S1 Bidan)
Aprilia Ariani.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang : Program nasional kunjungan ulang masa nifas dilakukan minimal 3 kali meliputi deteksi dini, pencegahan dan menangani komplikasi. Kunjungan ini dinilai belum menyentuh aspek psikologis, padahal ibu nifas mengalami perubahan tidak hanya fisik namun juga psikologis dan sosial. Ibu Postpartum primpara rentan terjadi gangguan depresi karena setelah melahirkan wanita tersebut berada dalam proses adaptasi. Meninjau hal tersebut sangat penting dilakukan diagnosis dini untuk mencegah depresi post partum maupun memanajemen ibu yang sudah terdiagnosis agar tidak semakin memperparah kondisinya. Tujuan : Melakukan deteksi dini depresi post partum pada ibu nifas primipara menggunakan skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Samarinda. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yang dilakukan pada bulan Desember 2020 – Januari 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang yang dipilih menggunakan tehnik concecutive sampling. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Hasil : Ibu postpartum primipara di wilayah Puskesmas Sidomulyo yang mengalami postpartum blues sebanyak (48,4%), depresi berat sebanyak (22,6%), sedangkan sisanya (29%) adalah ibu postpartum normal atau tidak menunjukan gejala depresi postpartum. Ibu postpartum primipara di wilayah Puskesmas Sidomulyo yang paling tinggi mengalami gejala depresi berada pada rentang usia 20-35 tahun (64,6%). Ibu postpartum primipara yang paling tinggi berisiko mengalami depresi pendidikan menengah yaitu SMP dan SMA (38,8%). Ibu postpartum primipara di wilayah Puskesmas Sidomulyo yang paling tinggi berisiko mengalami gejala depresi postpartum merupakan ibu yang tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan tetap (58%). Simpulan : Ibu postpartum primipara di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo cenderung mengalami postpartum blues, sebagian besar yang mengalami gejala depresi berada pada rentang usia produktif yaitu 20-35 tahun, berada pada rentang berpendidikan menengah yaitu SMP dan SMA, serta tidak bekerja dan tidak berpengasilan tetap.
Kata Kunci : Postpartum, Depresi Postpartum, Edinburgh Postnatal Depression Scale
1Program studi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Postpartum, Depresi Postpartum, Edinburgh Postnatal Depression Scale 1Program studi
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Depositing User: Unnamed user with email abdul.kahar@itkeswhs.ac.id
Date Deposited: 20 Jan 2026 06:04
Last Modified: 20 Jan 2026 06:04
URI: http://repository.itkeswhs.ac.id:8085/id/eprint/1648

Actions (login required)

View Item
View Item