ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN DENGAN MASALAH UTAMA KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAPAS DI RUANG IGD RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

Riska Rahma Wati, P1605247 (2016) ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN DENGAN MASALAH UTAMA KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAPAS DI RUANG IGD RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA. Skripsi thesis, ITKES WHS.

[thumbnail of KIA NERS] Text (KIA NERS)
KIAN RISKA RAHMAWATI.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 600 juta orang
menderita PPOK di seluruh dunia. Dan ini diperkirakan akan terus meningkat.
Di Indonesia, diperkirakan terdapat 4,8 juta (5,6%) penderita PPOK (JRI, 2012).
Prevalensi lebih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan dan meningkat
dengan bertambahnya usia. (Menurut World Health Organitation (WHO) pada
tahun 2012, jumlah penderita PPOK mencapai 274 juta jiwa dan setengah dari
angka tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk negara
Indonesia.Tanpa disadari, angka kematian akibat PPOK semakin meningkat.
Adapun catatan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam World
Health Report pada tahun 2012 menyebutkan, lima penyakit paru utama
merupakan 17,4% dari seluruh kematian di dunia, masing-masing infeksi paru
7,2%, PPOK 4,8%, tuberkulosis 3,0%, kaker paru/ trakea/ bronkus 2,1%, dan
asma 0,3%.
Metode: Relaksasi nafas dalam merupakan teknik relaksasi pasif dengan tidak
menggunakan tegangan otot sehingga sangat tepat untuk mengurangi sesak
pada kasus Penyakit Paru Obstruksi Kronik. Relaksasi nafas dalam merupakan
pengembangan metoderespon relaksasi dengan melibatkan factor keyakinan
pasien, yang dapat menciptakan suatu lingkungan internal tenang sehingga
dapat membantu pasien mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan lebih
tinggi (Mitchell, 2013). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh
relaksasi relaksasi nafas dalam dengan menurunkan rasa sesak nafas pada
pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik
Kesimpulan: Setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam didapatkan hasil
pre dan postnya. Sebelum diberikan intervensi RR 27x/menit dan SpO2 96%
sedangkan sesudah diberikan intervensi RR 24x/menit dan SpO2 98%.
Hasilnya terdapat penurunan irama pernafasan dan kenaikan jumlah SpO2 klien
setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam
Kata Kunci :Ketidakfektifan Pola Nafas, Relaksasi Nafas Dalam,Penyakit Paru
Obstruksi Kronik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ketidakfektifan Pola Nafas, Relaksasi Nafas Dalam,Penyakit Paru Obstruksi Kronik
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email abdul.kahar@itkeswhs.ac.id
Date Deposited: 07 Feb 2023 06:10
Last Modified: 07 Feb 2023 06:10
URI: http://repository.itkeswhs.ac.id:8085/id/eprint/214

Actions (login required)

View Item
View Item