Vera Wilanda. Skep, P1706044 (2018) MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KEGAWATDARURAT SISTEMRESPIRATORI, STUDY PENERAPAN EVIDANCE BASEDNURSINGPEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DENGAN MASALAH UTAMA PASIEN ASMA, STUDY PENERAPAN INOVASI PEMBERIAN ISOPROPIL ALKOHO+INJEKSI RANITIDIN DAN INJEKSI RANITIDINE TERHADAP PENURUNAN MUAL DIRUANG IGD RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA. Skripsi thesis, ITKES WHS.
KIAN VERA ACC - dox-converted.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakan: Kegawatdaruratan sistem respiratori termasuk dalam prioritas (lebel merah ) yaitu
selama bertugas didapat 10 pasien yaitu meliputi Asma dan TB paru. Karakteristik keluhan utama
pasien Asma yaitu sesak napas, terdapat suara napas tambahan (wheezing ). Kegawatandaruratan
pada sistem pencernan penyakit gastroenteritis adalah penyebab paling umum yang
mengakibatkan terjadinya mual dan muntah. gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh
bakteri atau virus di perut. selain menyebabkan mual dan muntah studi inovasi yang di berikan
isopropil alkohol dan ijeksi ranitidin untuk terapi antiempatik pada pseien mual. Tujuan :Untuk
mengetahui manajemen asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem respiratori
dengan masalah utama pasien asma dan pasien mual muntah di ruang IGD RSUD Abdul Wahab
Sjahranie Samarinda.. Metode : Sebuah studi kasus sistem respiratori, penerapan evidance based
nursing pemeberian teknik relaksasi napas dalam dengan masalh utama pasien asma, study
inovasi pemberian isoprpopil alkohol+injeksi ranitidin dan injeksi ranitidine terhadap penurunan
mual di ruangan igd RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil: Relaksasi napas dalam hasil
t-test sebesar 4.995 dengan p = 0.080. Karena p = 0.080< 0.05, maka pemberian terapi
Bronchodilator dan terapi farmakologi Bronchodilatokombinasi dengan terapi relaksasi napas
dalam. hasil yang menunjukkan perbedaan pemberian isopropyl alkohol dan ranitidine terhadap
nilai mual dapat dilihat hasil t-test sebesar 1.000 dengan p = 0.374. Karena p = 0.374 > 0.05, maka
dikatakan tidak signifikan n atau tidak bermakna. Artinya tidak ada pengaruh perbedaan isopropyl
alkohol dan ranitidine terhadap Kesimpulan: Manajemen asuhan keperawatan pada pasien asma
setelah di berikan intervensi masalah teratasi dengan hasil sesak napas berkurang dan frekuensi
pernapasan mencapai 21x/menit dan nilai Spo2=98%. Saran : diharapkan kepada pasien asma
perlu di perhatikan terapi non-farmakologi dengan pemeberian teknik relaksasi napas dalam.
Kata Kunci : Kegawatdaruratan Sistem Respirasi, Asma. Relaksasi Nafas Dalam
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kegawatdaruratan Sistem Respirasi, Asma. Relaksasi Nafas Dalam |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email abdul.kahar@itkeswhs.ac.id |
| Date Deposited: | 16 Feb 2023 00:56 |
| Last Modified: | 16 Feb 2023 00:56 |
| URI: | http://repository.itkeswhs.ac.id:8085/id/eprint/354 |
